Jumat, 12 November 2010

Tumpek pengatag, Wujud kasih sayang umat hindu pada tumbuhan

Tumpek pengatag/ wariga merupakan salah satu hari raya umat hindu di bali yang diperingati 25 hari sebelum hari raya galungan yang bertepatan pada hari saniscara kliwon wuku wariga dalam kalender caka (kalender di bali). Tumpek wariga merupakan hari dimana umat hindu di bali menghaturkan sesajen kepada tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi sebagai rasa syukur manusia atas segala kelimpahan makanan dan banyak fungsi dari tumbuh-tumbuhan yang membantu kehidupan manusia.


Namun saking banyaknya tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi ini, tidaklah semua tumbuhan di beri sesajen. Hanya beberapa tumbuhan yang mewakili semua tumbuhan yang ada di muka bumi ini saja yang di haturkan sesajen. Sesajen itu berupa tipat gatep (ketupat yang dibuat dari janur menyerupai dadu) dan seperangkat sesajen khusus.


Tumpek wariga atau sering juga disebut tumpek pengatag ini memiliki makna yang sangat mulia. Dimana kita sebagai manusia harus saling menjaga hubungan baik dengan Tuhan, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, dan hubungan baik dengan lingkungan (tumbuh-tumbuhan) sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana (tiga penyebab keseimbangan alam semesta). Dengan dilaksanakannya tumpek wariga ini, manusia setidaknya bisa ingat atas jasa-jasa tumbuhan kepada manusia, sehingga manusia dapat menjaga lingkungan, dan sebaliknya lingkungan juga dapat menjaga kita sesuai dengan hukum aksi reaksi.


Jaman sekarang telah banyak kita lihat dimana alam murka kepada manusia karena kita tidak ingat kepada mereka. Banjir, tanah longsor, global warming,keracunan ikan laut (akibat limbah pabrik yang dibuang ke laut), dan lain-lain. Itu semua adalah akibat dari kita yang tidak mempedulikan lingkungan.


Bagaimana aplikasi tumpek wariga dalam kehidupan sehari-hari??


Menjaga atau mempedulikan lingkungan tidaklah dilaksanakan pada tumpek wariga saja. Namun penekanannya lebih pada kehidupan sehari-hari. Misalnya saja menjaga hutan tetap asri dengan tidak melakukan penebangan pohon sembarangan. Menanam satu pohon setiap satu orang, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi polusi berlebihan ke air, udara, dan tanah, niscaya kehidupan manusia akan menemui kedamaian.